Semarang, (Kamis, 14 Mei 2026); bertemakan “Bersama Meraih Prestasi Bersatu Dalam Kreasi” sebanyak 35 siswa-siswi dampingan Yayasan Binterbusih yang bermukim di Asrama Amor Putra & Amor Putri yang saat ini duduk di SMA Kelas X, mengisi liburan akhir pekan dengan kegiatan “Kewirausahaan Siswa Ecoprint Pounding dan Cooking Class”. Bertempat di selatsar Asrama Amor Putra Jl. Pilangsari No.1 RT.02-RW.05 Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang Semarang, 50272.

Bersama Bunda Sri Suharti, SE.MM pemilik usaha Batik Chilomita Craft yang akrab dipanggil Ibu Cici sebagai pendamping siswa menjelaskan Ecoprint pounding merupakan teknik pembuatan motif pada kain dengan cara memukul bahan alami seperti daun atau bunga menggunakan palu hingga pigmen warnanya keluar dan mentransfer polanya secara langsung ke kain. Metode ini merupakan salah satu teknik paling sederhana dan ramah lingkungan dalam seni ecoprinting karena tidak memerlukan proses pengukusan (steaming). Adapun Alat dan Bahan yang Diperlukan
- Kain serat alami: Jenis katun, linen, rayon, atau sutra.
- Bahan alami: Daun jati, daun ketapang, daun jarak, atau bunga berwarna cerah.
- Alat pemukul: Palu kayu atau palu karet.
- Plastik bening: Digunakan sebagai pelapis di atas daun agar tidak hancur saat dipukul.
- Cairan pengunci: Larutan tawas, tunjung, atau kapur untuk mematri warna (fixing).

Langkah-Langkah Pembuatan ecoprinting, masing-masing siswa menerima sebuah tas kain putih dan pola serta desain diserahkan kepada masing-masing anak. Penyusunan desain tas kain putih dibentangkan di atas lantai permukaan rata yang keras di dalam kelas, lalu susun daun atau bunga di atas kain sesuai pola yang diinginkan. Berikutnya susunan daun ditutup menggunakan lembaran plastik bening agar daun tidak bergeser. Proses Pounding : Pukul daun secara perlahan dan merata menggunakan palu kayu dari arah pinggir mengikuti alur tulang daun hingga warnanya menempel jelas pada kain; Dan plastik penutup daun dilepas pelan-pelan; Jadi deh!!!. Anak-anak merasa senang dan hasil akhir dari kegiatan ecoprinting saling ditunjukan.

Sementara itu di luar kelas mereka yang asik dengan kegiatan Cooking Class yang dimotori oleh Miss Hesti pemilik usaha Dapur Naika sedang mempraktekkan pembuatan dua menu utama yang ditawarkan kepada para siswa yaitu “Es Teler dan Bakso Homemade by Amor”. Pada proses Cooking Class tersebut para siswa didampingi tim pendamping yaitu Mbak Ari, Mbak Nita, dek Echak mahasiswa alumni USM tunggu wisuda, Naika putrinya Miss Hesti, Kak Milka yang tahun ini diterima untuk kuliah di Politeknik Astra Jakarta.
Tugas tim adalah mengarahkan dan menjelaskan bagaimana proses pembuatan es teler dan bakso tersebut. Untuk bakso yang dibuat berupa bakso halus, bakso urat, bakso sosis, bakso isi keju; Anak-anak merasa senang karena proses pembuatan dijelaskan dan proses pembumbuan juga diajarkan, tetapi ada ketentuan bagi anak-anak untuk memakai shower cup penutup kepala warna biru dan menggunakan kaos tangan plastik, selain itu selama aktivitas pembuatan bakso dan pembumbuan dilarang bicara. Hal ini untuk melatih anak-anak agar higiene bagi menu yang dibuat mencapai maksimal.

Neika sebagai pendamping merasa senang karena peserta pada Cooking Class ini tanggap dan ringan tangan serta mereka mudah memahami dan tidak sabar untuk segera menikmati hasik karya mereka seru sekali; tegasnya!!.
Sementara itu salah seorang siswa putri Elsa Ewata menjelaskan proses pembuatan Es Teler yang telah ia buat, perlu komposisi yang pas antara banyaknya sirup dan susu serta ramuan buah dan es yang dituangkan dalam masing-masing gelas, karena kalau tidak pas es teler yang dibuat bisa nikmat diawal dan diakhir serasa hambar.
Linus Hanau siswa SMK PL. Tarsisius menyampaikan terima kasih atas bakso dan es teler yang telah ia lahap usai mengikuti Ecoprint Pounding sembari menunjukan hasil karyanya. Tak ketinggalan para pamong pendamping dan staf security yang sejak awal mendampingi kegiatan tersebut kebagian untuk menikmati hasil karya kewirausahaan mereka; Berikutnya peserta kegiatan tersebut harus menghitung antara modal yang dikeluarkan dengan pendapatan yang mereka peroleh sebagai bagian yang penting dari proses kegiatan kewirausahaan tersebut. ***@jhe saksono002
