Semarang, (Jumat, 29 Mei 2026); Timja Pelajar Asrama Putra-Putri Amor Yayasan Binterbusih
dalam rangka meningkatkan kompetensi belajar dan membuka wawasan siswa dampingan menyelenggarakan “Seminar Asesmen Bakat Minat bagi siswa kelas XI dan Bina Iman bagi siswa kelas X”; Diselenggarakan di Aula Griya Paseban Jl. Dokter Ismangil No. 18A, Bongsari, Kec. Semarang Barat 50148; Sebanyak 87 siswa dan 10 Pamong pendamping terlibat dalam kegiatan tersebut.

Bidang Akademik Laurent Mayasari, S.Pd dalam kata pengantarnya menegaskan bahwa “Anak-anak Papua pada dasarnya itu bisa!, karena belum tahu untuk pengembangan diri maka terkesan proses untuk memahami potensinya perlu digali. Oleh sebab itu malam ini kita akan belajar dan menguji kemampuan menggali potensi tersebut melalui Seminar Asesmen Bakat Minat bagi siswa kelas XI, bagi Yayasan Binterbusih potensi siswa sangat diperlukan untuk merancang persiapan studi lanjut ke Perguruan Tinggi nantinya”.
Hadir sebagai pemateri pada acara tersebut Dra. Maria Yang Roswita, M.Si, Psikolog adalah seorang psikolog klinis, psikolog perkembangan, dan dosen aktif di Kota Semarang. Beliau dikenal luas melalui perannya di bidang pendidikan anak, layanan klinis, dan konseling keluarga, dibantu kaka Paras yang baru saja diwisuda profesi psikolognya dan Kaka Selvi. Pemateri Dra. Yang Roswita merupakan purnawirawati dosen Fakultas Psikologi Soegijapranata Chatolic University (SCU) yang saat ini mengelola Biro Psikologi Melana di Semarang.
Acara dibuka doa, perkenalan dan serta ice breacking double-doubel Gib dan double-double Gep untuk membangun konsentrasi dan fokus agar siswa peserta seminar pikirannya tidak kemana-mana. Penjelasan mengenai perlunya mengetahui antara bakat dan minat pada siswa disampaikan dengan contoh-contoh yang setiap hari dialami oleh siswa, antara lain melalui aktivitas olah raga, seni dan literasi.

Tes bakat minat melalui alat tes SDS (Self-Directed Search) Assessment Booklet perangkat ini merupakan instrumen tes psikologi berbentuk buku panduan dan lembar kerja yang digunakan untuk memetakan minat, bakat, dan potensi karir seseorang berdasarkan teori tipe kepribadian Holland (RIASEC); alat tes berupa buku tersebut dibagikan kepada 32 siswa yang hadir.
Bagian Utama dalam Booklet SDS tersebut terdiri dari beberapa bagian yang diisi oleh siswa pengambil tes meliputi :
- Daydreams: Bagian untuk menuliskan cita-cita atau pekerjaan yang diimpikan sejak kecil hingga saat ini.
- Activities: Penilaian terhadap aktivitas atau kegiatan yang disukai atau tidak disukai.
- Competencies: Daftar keterampilan atau hal yang diyakini bisa Anda lakukan dengan baik.
- Occupations: Daftar pekerjaan yang menarik perhatian siswa
- Self-Estimates: Penilaian subjektif terhadap kemampuan diri sendiri dibandingkan orang lain pada bidang tertentu.
Diharapkan melalui tes tersebut dapat dipetik Tujuan dan Manfaat
- Eksplorasi Karir: Membantu pencari kerja atau siswa memilih jalur profesi yang paling sesuai dengan kepribadian mereka.
- Pemetaan RIASEC: Menghasilkan kode tiga huruf (contoh: SEC atau RIA) yang mewakili tipe kepribadian Anda: Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, Conventional.
Dengan demikian setelah hasil tes dianalisa pada waktu mendatang Timja Pelajar Yayasan Binterbusih akan menerima “Rekomendasi Siswa” yang dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan jurusan atau fakultas sesuai dengan minat dan bakannya siswa ketika akan melanjutkan kuliah.

Sementara itu di ruang yang berbeda siswa kelas X, mendapatkan bimbingan dan arahan dari sepasang suami istri Ignatius Gemilau Ragil Prasetyo & Yohana Richa Andriaw pada kegiatan Bina Iman malam ini memiliki tema kegiatan “Aku Bisa 1% Lebih Baik Setiap Hari”. Kegiatan Bina Iman malam ini diikuti oleh kelas X Asrama Amor Putra dan Putri.
Pak Gemilau yang sehari-hari bertugas sebagai guru di SMA Kolese Loyola Semarang dan Bu Rica pegawai Credit Union membawakan materi dengan seru, sehingga anak-anak mengikuti kegiatan dengan senang dan tidak mengantuk. Mereka diajak untuk berdinamika kelompok dan bermain games dengan nama “Asik Gajian” dan “Oper Telur”. Mereka diajak untuk membuat uang mainan dengan kertas ditulis, lalu mereka saling menukar dan menawarkan ke teman-temannya, lalu mereka diajak untuk refleksi dari permainan tadi.

Acara “Seminar Asesmen Bakat Minat bagi siswa kelas XI dan Bina Iman bagi siswa kelas X” berakhir Pk.21.00 WIB; dilanjutkan dengan foto bersama dan pembagian snack. Kaka Cerlin dan Kaka Simon selaku penanggungjawab program Bina Iman merasakan keberhasilan acara tersebut karena dukungan dan kerjasama para Pamong dan unit-unit pendukung serta unit transportasi, selain itu harapan sesuai tema kelas X “Aku Bisa 1% Lebih Baik Setiap Hari”, dapat dipahami oleh para siswa dan diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari di Asrama, tegasnya!. ***@ jhe saksono 002.
