Magelang, 30 Mei 2026 – Suasana haru, sukacita, dan rasa syukur mewarnai rangkaian acara pelepasan Siswa Kelas XII Pegunungan Bintang Asrama Magelang yang diselenggarakan dalam dua momentum istimewa. Dimulai dengan Acara Pelepasan Siswa Kelas XII yang digelar oleh SMA Citra Medika Magelang di Semanggi Ballroom Hotel Artos Magelang pada 20 Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan Ibadah Ucapan Syukur Pelepasan Siswa Kelas XII Pegunungan Bintang Asrama Magelang yang berlangsung secara sederhana namun penuh makna di kediaman Ibu Retno Dumilah pada Senin, 1 Juni 2026.

Pelepasan Meriah di Semanggi Ballroom Hotel Artos Magelang
Acara pelepasan yang diselenggarakan oleh SMA Citra Medika Magelang menjadi momen bersejarah bagi enam siswa Pegunungan Bintang yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah kejuruan mereka. Enam siswa tersebut terdiri dari tiga siswa Jurusan Farmasi, yakni Yance Kamiki, Imonia Tapyor, dan Nova Kasipmabin, serta tiga siswa Jurusan Keperawatan, yaitu Aransus Apintamon, Kelara Tapyor, dan Unuk Ismiyati Sipyan.
Semanggi Ballroom Hotel Artos Magelang dipenuhi suasana sukacita dan kebanggaan atas pencapaian para siswa yang telah menempuh perjalanan pendidikan dengan penuh perjuangan. Kemeriahan acara semakin terasa ketika adik-adik kelas XI Pegunungan Bintang mempersembahkan Tarian Adat Papua yang dibawakan oleh Rikal, Arvando, Agustinus, Maya, dan Densi. Penampilan tersebut mendapat apresiasi meriah dari seluruh hadirin dan menjadi simbol kebanggaan akan identitas budaya Papua yang terus dijaga dan dilestarikan.
Salah satu momen membanggakan terjadi ketika Imonia dipercaya mewakili siswa jurusan Farmasi untuk maju ke panggung mengucapkan Sumpah Janji Agama Katolik terkait Profesi Jurusan Farmasi. Kesempatan tersebut menjadi bukti kepercayaan dan penghargaan atas dedikasi yang telah ditunjukkan selama masa pendidikan.
Di balik sukacita kelulusan, suasana haru juga menyelimuti jalannya acara. Isak tangis terlihat ketika para siswa harus berpamitan dengan guru-guru serta teman-teman sekolah yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka. Perpisahan tersebut menjadi penanda berakhirnya satu fase kehidupan sekaligus awal langkah menuju pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih luas.
Turut hadir memberikan dukungan dan pendampingan dalam acara tersebut, Ibu Retno Dumilah selaku Kepala Asrama Bethlehem Magelang, Bapak Whiwin Indra selaku Ketua Asrama Siswa Pegunungan Bintang Magelang, Bapak Daniel dan Kak Indah selaku pamong asrama, Bapak Yopi selaku pengemudi armada antar-jemput asrama, serta Kak Ripaldo selaku Korwil Mahasiswa Pegunungan Bintang yang mewakili Yayasan Binterbusih.

Ibadah Ucapan Syukur: Meneguhkan Langkah Melalui Doa dan Firman Tuhan
Sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan pendidikan para siswa, keluarga besar Pegunungan Bintang Asrama Magelang mengadakan Ibadah Ucapan Syukur Pelepasan Siswa Kelas XII pada Senin, 1 Juni 2026, di rumah Ibu Retno Dumilah.
Acara dibuka oleh Imonia Tapyor yang bertugas sebagai pembawa acara. Suasana ibadah berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Firman Tuhan disampaikan oleh Bapak Daniel melalui pembacaan Amsal 3:5–6 yang mengingatkan seluruh siswa untuk senantiasa percaya kepada Tuhan dalam setiap langkah kehidupan, khususnya dalam mempersiapkan diri memasuki jenjang perguruan tinggi.

Dalam renungannya, Bapak Daniel menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan yang telah dicapai bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Oleh karena itu, para lulusan diajak untuk terus membangun karakter, kedisiplinan, serta ketergantungan kepada Tuhan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Sesi pesan dan kesan diawali oleh Rikal Balmuki dari Kelas XI Jurusan Keperawatan. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan rasa terima kasih atas teladan yang telah diberikan oleh kakak-kakak Kelas XII. Ia mengajak rekan-rekan Kelas XI untuk meneladani hal-hal baik yang telah dicontohkan para senior sekaligus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik. Rikal juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat untuk menyelesaikan pendidikan hingga lulus bersama-sama.
Sementara itu, Kelara Tapyor mewakili siswa Kelas XII menyampaikan ungkapan syukur karena dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia mengajak seluruh rekan seangkatan maupun adik-adik kelas untuk terus menjaga kualitas diri, karakter, dan nilai-nilai positif yang telah dibangun selama berada di asrama dan sekolah.
Dalam sambutan dan arahannya, Bapak Whiwin Indra menekankan pentingnya kehidupan doa sebagai fondasi utama dalam menghadapi masa depan. Ia mengutip pernyataan terkenal Presiden Amerika Serikat ke-26, Theodore Roosevelt, “Pray not just for lighter burdens but for stronger backs” atau “Berdoalah bukan hanya untuk beban yang lebih ringan, tetapi juga untuk punggung yang lebih kuat.”
Melalui kutipan tersebut, Bapak Whiwin mengajak para siswa untuk tidak hanya berharap pada kemudahan, tetapi mempersiapkan diri menjadi pribadi yang tangguh dan kuat melalui kehidupan doa yang konsisten, terutama ketika memasuki dunia perkuliahan yang penuh tantangan dan tuntutan baru.
Pesan tersebut kemudian diperdalam oleh Bapak Yulius yang hadir sebagai perwakilan Yayasan Binterbusih bersama istri tercinta. Dalam sambutannya, Bapak Yulius mensintesis seluruh pesan yang telah disampaikan, mulai dari renungan firman, pesan-kesan siswa Kelas XI dan XII, hingga arahan dari Bapak Whiwin Indra.
Bapak Yulius menegaskan kembali pentingnya kehidupan doa dengan memberikan contoh nyata perjalanan para staf Yayasan Binterbusih sejak awal berdiri hingga saat ini. Menurutnya, kemajuan, perkembangan, dan buah pelayanan yang dirasakan Yayasan Binterbusih tidak terlepas dari fondasi doa yang terus dijaga. Melalui penyertaan Tuhan itulah yayasan dapat terus menjadi alat Tuhan dalam membuka jalan pendidikan dan keselamatan bagi generasi muda Papua.

Menjelang akhir acara, seluruh peserta diajak menyanyikan lagu “Indah Rencana-Mu Tuhan” sambil berefleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Momen tersebut terasa sangat menyentuh, terutama ketika mengingat bagaimana sebagian siswa pernah memulai perjalanan pendidikan mereka di Madiun sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan di Magelang dan berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah dalam suasana penuh keakraban. Seluruh peserta menikmati hidangan istimewa berupa Sop Buntut khas racikan Ibu Retno Dumilah yang telah menjadi sajian favorit keluarga besar asrama.
Menatap Masa Depan dengan Iman dan Pengharapan
Rangkaian pelepasan dan ibadah ucapan syukur ini menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian lahir dari proses panjang yang melibatkan kerja keras, dukungan keluarga, pendampingan para pamong, serta penyertaan Tuhan yang tidak pernah berhenti.
Yayasan Binterbusih mengucapkan selamat kepada seluruh siswa Kelas XII Pegunungan Bintang Asrama Magelang yang telah menyelesaikan pendidikan menengahnya. Kiranya setiap langkah menuju perguruan tinggi dan masa depan senantiasa dipimpin oleh Tuhan, sehingga mereka dapat menjadi generasi Papua yang unggul, berkarakter, beriman, dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ucapan terima kasih tak terhinggan disampaikan dari seluruh siswa Asrama Pegunungan Bintang Magelang kelas XII untuk Bpk Paskalis selaku Ketua Yayasan Binterbusih, Ibu Ida Hartanti, Bapak Yulius Trimargono dan Kak Elia yang telah memperjuangkan adik-adik hingga sampai kelulusan. (***@ rilis wiwin magelang)
