Semarang, (Sabtu, 14 Maret 2026), “Setiap Anak Papua, Memiliki Hak Mendapatkan Pendidikan Tinggi Berkualitas” Pernyataan disampaikan oleh Direktur PEP Bandung, Dr. mont. Ir. Imelda Eva Roturena Hutabarat, S.T., M.T., ketika menyampaikan sambutan pada saat penandatanganan kerjasama antara Yayasan Binterbusih (Bina Teruna Indonesia Bumi Cendrawasih) dengan PEM Bandung (Politeknik Energi dan Mineral) di Bandung, Jumat, 9 Mei 2025 tahun lalu!.
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PEP Bandung bersama 3 mahasiswa Angkatan 2025; yang berasal dari Asrama Amor hadir, mereka adalah Fideliks Beanal & Mekison Natkime Program Studi Teknik Metalurgi; Priscilla Reni Tabuni – Teknik Geologi. Kehadiran Tim Unit Penelitian dan Pengabdian untuk memberikan informasi dan pengalaman selama dua semester kuliah di Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, Tim dipimpin oleh Dr. Ir. Oksil Venriza, S.Si., M.Eng., IPM, sehari-hari sebagai Dosen dan Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PEP Bandung, beserta 1 orang Administrasi.
Tujuan dari Promosi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah untuk mengenalkan PEP Bandung; sekaligus bagian dari perekrutan calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Tema dari Pengabdian kepada masyarakat adalah “Pembinaan Siswa SMA/SMK dari Papua Lingkungan Tambang Dalam Mempersiapkan SDM Unggul dan Siap Kerja”.

Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE dalam kata sambutan, perlu kita ketahui bahwa keinginan kita Papua seperti dilagu, yang baru saja kita nyanyikan “mencari misteri dibalik Gunung-gunung dan Sungai melalui pendidikan”. Untuk itu kehadiran PEP Bandung akan memberikan harapan baru bagi Papua yang lebih baik; Selain itu dalam perjalanan nanti siapa saja yang akan masuk dan menyelesaikan Pendidikan di PEP Bandung bisa menjadi lilin kecil dan menerangi Gunung dan Sungai yang deras mengalirkan emas dari 3 kakak kita yang sudah lebih dahulu kuliah di PEP Bandung.
Pada kesempatan awal paparan dari 2 mahasiswa Program Studi Teknologi Metalurgi; Fideliks Beanal & Mekison Natkime.memberikan informasi bahwa studi di PEP Bandung; Jumlah SKS yang ditempuh 116 SKS; Secara garis besar Kuriklum 2018 Program Studi Teknologi Metalurgi terbagi atas 4 (empat) tahap yaitu: Tahap Kelas Teori : 48 sks Tahap Praktikum dan Ekskursi: 32 sks Tahap Magang Industri: 34 sks Proyek Akhir: 2 sks Total : 116 sks; Program Studi ini yang diambil oleh Fideliks Beanal & Mekison Natkime.
Sementara itu Priscilla Reni Tabuni yang mengambil Program Studi Teknik Geologi; menyampaikan bahwa beberapa hal yang penting dilakukan ketika kuliah harus taat dan memenuhi seluruh persyaratan akademik yang ditentukan.

PEP (Politeknik Energi dan Pertambangan) secara rutin menyelenggarakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru (PMB); Sosialisasi ini umumnya mencakup informasi mengenai program studi (Teknologi Geologi, Teknologi Pertambangan & Teknologi Metalogi), adapun link pendaftaran ada di https://pmb.pepbandung.ac.id/
Perlu diketahui bahwa Keunggulan PEP Bandung adalah lembaga pendidikan vokasi negeri di bawah Kementerian ESDM Program D.III yang fokus pada tenaga siap pakai di industri energi; Apabila siswa Papua yang kuliah dan lulus dari PEP Bandung pasti keahlian dan keterampilan serta pengetahuan di bidang pertambangan : Teknologi Geologi, Teknologi Pertambangan & Teknologi Metalogi sangat diperlukan di tanah Papua.
Hadir dan menyimak dengan baik 42 siswa-siswi dampingan Yayasan Binterbusih di bawah koordinasi Timja Pelajar, bertempat di Rumah Retret Griya Paseban jalan Dr. Ismangil No. 18A, Bongsari, Semarang Barat 50148.
Ibu Maya selaku Bidang Akademik Asrama menyampaikan dalam koordinasi pagi; “Bahwa kehadiran Tim Promosi PEP Bandung, merupakan realisasi dari bentuk kerjasama kita; Selain itu diharapkan anak-anak kita ada yang memenuhi persyaratan akademik dan dinilai mampu bergabung dengan PEP Bandung, ketika mereka lulus akan menjadi infestasi SDM masa depan Papua” jelasnya!.
Semenetara itu Manajer Program Robert Manaku menegaskan bahwa kerjasama dan kegiatan seperti ini penting khususnya bagi kelas XII karena kita mempersiapkan jauh-jauh hari untuk memilih perguruan tinggi yang tepat; Hal ini dilatarbelakangi oleh kekayakan alam besar dan sektor energi yang diperlukan oleh negara, untuk itu perlu dibudidayakan secara maksimal.
Dr. Ir. Oksil Venriza, S.Si., M.Eng., IPM, dalam kata sambutannya menyampaikan Informasi tentang PEP Bandung; Bagaimana PEP Bandung bisa mempersiapkan SDM masa depan bagi anak-anak Papua yang bergerak dibidang pertambangan; Untuk pengalaman perkuliah bisa ditanyakan kepada kaka kelas yang sudah kuliah di PEP Bandung, yang saat ini hadir di tempat ini; Fideliks Beanal, Mekison Natkime dan Priscilla Reni Tabuni.

Penguatan dan membuka wawasan yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner, SE dengan judul “Pengembangan SDM Sektor Energi & Sumber Daya Mineral di Papua”
Tidak terlepas dari potensi & sumber daya mineral di Papua; Proyeksi kebutuhan tenaga kerja Sektor Energi & Sumber Daya Mineral 6,2 Juta lapangan kerja yang akan tercipta hingga tahun 2030. Hal ini didukung oleh potensi pertambangan di Papua yang mencapai 700.00 ton/tahun dan potensi emas 56-60 ton/per tahun. Sumber : BPS tahun 2025
Karena potensi ketenagakerjaan di sektor ESDM kedepan masih tinggi sehingga mendorong Yayasan Binterbusih untuk menyediakan SDM Papua dalam sektor EDM. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut; Yayasan Binterbusih bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya adalah Politeknik Energi Pertambangan Bandung.

Dr. Ir. Oksil Venriza, S.Si., M.Eng., IPM, Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PEP Bandung, melemparkan pertanyaan Mengapa harus kuliah di PEPB? Karena beberapa keunggulan dan menciptakan tenaga vokasi siap kerja karena; Kurikulumnya mencapai 70%, juga didukung oleh tenaga pendidik yang berpengalaman serta memiliki sertifikasi Kompetensi Industri, Laboratorium terpadu dengan fasilitas lengkap dan Magang Industri selama 1 tahun.
Oleh sebab itu bagi mahasiswa yang akan masuk mesti siap secara fisik dan mental disamping juga akademik. Selain itu proses penerimaan sebagai mahasiswa baru bagi siswa dampingan Yayasan Binterbusih akan dilakukan secara khusus, tidak melalui test UTBK. Sebagai informasi masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus selama 3 bulan; Sedangkan serapan lulusan PEP Bandung Wisuda 2023 sebesar 99% dan tahun 2024 sebesar 83% dan dari 77 dari 93 lulusan sudah memulai karir profesional; PEP Bandung menyelenggarakan wisuda setahun 1 kali di bulan Agustus.
Pada sesi tanya jawab ketiga mahasiswa Fideliks Beanal, Mekison Natkime & Priscilla Reni Tabuni dipersilahkan maju ke depan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang barkaitan dengan perkuliahan; Olince Hanau mengajukan pertanyaan: Bagaimana aktivitas perkuliahan dan organisasi mahasiswa? PEP Bandung secara rutin ada kuliah umum yang menghadirkan pakar pertambahan, geologi dari dalam dan luar negeri. Selain itu sangat banyak kegiatan di PEM Bandung yang berkaitan dengan kemahasiswaan.
Selain itu juga banyak pertanyaan seputar kehidupan kampus yang dipertanyakan dan dijawab Kakak mahasiswa dan dilengkapi oleh Dr. Oksil. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di https://pepbandung.ac.id/ ; Diakhir kegiatan dilakukan pemberian kenang-kenangan dan oleh-oleh dari Semarang ***jhe saksono002
