Pembelian Buku Penunjang Untuk Pelajar Yayasan Binterbusih

Semarang, (10/10/2025) Kebutuhan pelajar dan Pamong Pendamping untuk meningkatkan pengetahuan dan literasi serta membuka wawasan yang lebih luas, maka Program Pembelian Buku menjadi salah satu program andalan yang telah dilakukan bertahun-tahun di Timja Pelajar Yayasan Binterbusih.

Disadari peningkatan keterampilan dalam berkomunikasi dan presentasi bagi siswa salah satunya adalah ketekunan membaca buku di luar buku pelajaran yang diberikan oleh sekolah. Buku-buku referensi, keterampilan, pengetahuan umum, Informasi Teknologi & Komunikasi, Novel, Buku Cerita Dunia, Nasional dan Daerah, Buku Keagamaan, Buku Tokoh-tokoh Dunia dan Nasional dan Daerah, Buku Sejarah Modern, Pengetahuan Alam dan Luar Angkasa Modern dan  Buku Pengetahuan Pertanian, Pertambangan, Kesehatan, Bisnis & Keuangan dan  buku-buku pegangan untuk meningkatkan keterampian lainnya merupakan fasilitas yang disediakan oleh Timja Pelajar  Asrama Yayasan Binterbusih. Hal ini diharapkan dapat meningkatan pengertian yang berkaitan dengan cita-cita dan harapan hidup masa depan siswa.

Pembelian buku yang terprogram setiap semester (setahun 2 kali) merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh para pelajar. Buku pilihan yang telah dibeli oleh para pelajar merupakan buku pedukung untuk mengisi waktu senggang dan ada kewajiban pelajar untuk membuat resensi atau membuat ulasan tentang buku yang telah dibeli dan telah dibaca.

Membuat resensi atau ulasan tentang buku yang telah dibeli dan dibaca diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam menyusun informasi tentang buku tersebut; Buku-buku tersebut selanjutnya akan menjadi milih pribadi.

Anak-anak yang tinggal di Asrama atau bersama Koorwil Kota Studi; tingkat SMP maupun SMA; bisa dipastikan mereka setelah lulus minimal akan memiliki 6 buku yang telah dibeli kalau setiap semester mereka membeli 1 buku; Tetapi adakalanya para siswa setiap semester meminta lebih dari satu buku dengan demikian selama SMP & SMA mereka akan memiliki lebih dari 7 buku setelah lulus dan itu merupakan buku-buku pegangan dan kegemaran, sehingga mereka telah memiliki perpustakaan pribadi ketika menjadi mahasiswa kelak.

Program intern Asrama Amor Caritas, Asrama Emaus & Gracia SMP di Ungaran sengaja menciptakan kebiasaan baru berupa “Program Membaca dan Menulis Ulang Literasi” selama liburan semesteran; Mereka setelah membaca buku lalu menulis menggunakan bahasa para siswa sendiri, sehingga ketika pelajar menulis hanya menggunakan pemahaman dan kisi-kisi yang ditangkap melalui memori otak pelajar.

Kegiatan ini dilakukan selama 2 jam setiap hari; Hasilnya bisa kita banggakan bersama karena kebiasaan tersebut membuat mereka ingin selalu membaca dan menulis ulang dan mereka ceritakan. Hal yang menarik para pelajar juga menggunakan handphon sebagai sarana membaca ulang setelah mereka menulis di kertas maupun di handphone.

Program Pembelian Buku yang telah dicanangkan oleh Timja Pelajar Yayasan Binterbusih selama bertahun-tahun lambat-laun menuai hasil. Hal ini juga didukung oleh pembelajaran “Literasi Bahasa Indonesia di Program Belajar Malam” di Asrama masing-masing; Dari program dan pembelajaran dimaksud, hasil dari tulisan dan karangan bisa diakses di link E-books yang telah tersedia di website : yayasanbinterbusih.id.  (jhe saksono-002).